Dalam suatu perjalanan ada Seorang bapak kaya tiba tiba berhenti melihat seorang anak kecil sendirian yang sedang menangis di depan sayuran dagangannya di pinggiran jalan.
kemudian Ia turun dari mobilnya dan terjadilah tanya jawab antara bapak kaya dan anak penjual sayuran
Bapak : Kenapa engkau menangis?
Anak : tadi Ada orang yang membeli daganganku menggunakan uang palsu
Bapak : Coba aku lihat...Ini bukan uang palsu ini cuma uang yang sudah kusam, saya ganti ya dengan uang yang baru (padahal uang itu memang palsu)
Kemudian Bapak yang kaya itu memberinya uang kertas dengan jumlah yang lebih besar.
Anak : Kenapa bapak memberiku uang 100 lira, padahal yang tadi itu hanya 5 lira.
Bapak : Ndak apa2, ndak usah engkau permasalahkan. Bagaimana kalau saya beli semua daganganmu ini, berapakah harga semuanya?
Anak : Semuanya 25 lira.
Bapak : Kita sepakat. Aku ambil dan aku bayar 25 lira ya...
Setelah melihat ke sepatu anak kecil itu, Bapak itu bertanya
Bapak : Kenapa kedua sepatumu robek?
Anak : saya tidak memiliki sepatu yang lain, ini sepatu satu-satunya pak.
kemudian Sang bapak kaya itupun memanggil anaknya untuk turun dari mobil dan mecopot sepatu anaknya dan memberikannya kepada anak pedagang sayuran tersebut, beserta jaket tebalnya sang anak. Dan diam2 si Bapak itu memasukkan uang yang banyak ke dalam saku jaket itu.
Ketika sang bapak beranjak pergi, dipanggil oleh pedagang kecil itu.
Anak : Pak, tolong berhenti sebentar...
Tuan, siapakah engkau?
Bapak : Aku bukan siapa2, aku orang biasa seperti dirimu.
Anak : Engkau bukan orang biasa. ada rasa takut kepada ALLAH di hati bapak, ada iman. Engkau telah membuat orang sepertiku merasa senang. Bolehkah aku meminta satu hal lagi kpdmu, pak?
Bapak : Oh boleh silahkan...
Anak : tadi aku melihat bapak memasukkan uang dengan jumlah yang banyak disaku jaket ini...aku mau menitipkan uang ini untuk bapak berikan kepada orang-orang seperti aku yang tinggal di tenda2 penampungan, mereka tidak punya tempat tidur yang nyaman, mereka pergi kesana kemari untuk mencari rezeki demi sesuap nasi...tolong ambil uang ini pak..
Bapak : Ternyata...engkau tidak mau harta lebih...sebenarnya apa yang engkau mau...
Anak : Aku pernah mendengar ALLAH berfirman :
“Barangsiapa yang berbuat baik sebesar biji zarrah, ALLAH pasti melihatnya”
(QS. Az Zilzalah : 7).
Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam juga pernah bersabda :
“Manusia yang terbaik adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain”.
“Perbuatan yang paling mulia di mata ALLAH adalah kegembiraan yang engkau masukkan ke dalam hati muslim lainnya; engkau hilangkan kesulitannya, engkau bayarkan hutangnya, atau engkau kenyangkan kelaparan perutnya”.




0 Komentar